Hati yang ikut pergi

Masa tetap berlalu,

Matahari setia mengelilingi bumi,

Hari pun beranjak,

Kami di sini, masih menatap pemergianmu

Merindui suara dan gelak ketawa,

Sungguh rasa itu pahit dan payau untuk ditelan,

Hanya airmata meluahkan rasa,

 

Duduk sendiri dan sendiri lagi,

Berfikir dan terus berfikir,

Andai ada satu peluang untuk kita bertemu lagi,

Untuk berbicara dan bergurau senda, seperti selalu,

Namun itu hanya impian,

Sedangkan takdir Tuhan itu pasti,

 

Bertabahlah wahai hati,

Kuatlah wahai jiwa,

Sayangilah dia, Tuhan

Kasihanilah kami, Tuhan

Selepas pemergian dia,

Jiwa kami seolah-olah pergi,

Ikut sama dengannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s